Academia Politica

Yayasan Partisipasi Muda, melalui gerakan Generasi Melek Politik, berkomitmen menghadirkan pendidikan politik yang menyenangkan bagi generasi muda. Salah satu inisiatifnya adalah “Academia Politica,” sebuah lokakarya berbasis role-playing yang membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang kepemimpinan, pembuatan kebijakan, dan advokasi iklim. Program ini hadir di berbagai wilayah yang rentan terhadap krisis iklim, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Melalui role-playing, peserta berkesempatan untuk berperan sebagai Akademisi, Anggota DPR, Pemerintah, Non-Governmental Organization (NGO), serta Korporasi atau Pebisnis. Dengan cara ini, mereka dapat merasakan langsung bagaimana komunikasi politik yang efektif dibutuhkan dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk keterampilan berbicara di depan umum, membangun argumen, dan bernegosiasi.
Academia Politica bertujuan menumbuhkan minat anak muda untuk berkontribusi dalam perbaikan politik Indonesia. Dengan representasi pemuda yang masih minim di parlemen—hanya 4,5% anggota DPR berusia di bawah 30 tahun dan 15,9% di bawah 40 tahun menurut data The Inter-Parliamentary Union (IPU) tahun 2024—program ini hadir untuk mempersiapkan generasi pemimpin yang tidak hanya sadar akan ancaman krisis iklim, tetapi juga siap berperan aktif di komunitasnya. Baik melalui gerakan sosial, organisasi kepemudaan, maupun langkah lebih jauh seperti mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, peserta diharapkan memiliki pemahaman fundamental tentang proses pembuatan kebijakan.
Sejauh ini, Academia Politica telah melatih 245 pemuda dengan hasil yang luar biasa. Rata-rata peserta mengalami peningkatan kepercayaan diri dalam public speaking (53,5%), negotiation skills (51,2%), dan argument-building skills (55,8%). Lebih mengesankan lagi, 74,4% peserta menunjukkan peningkatan kemampuan critical thinking dan problem solving dalam merespons isu krisis iklim yang menjadi inti diskusi program ini.
Program ini juga didukung oleh berbagai pakar kebijakan publik, seperti Arya Fernandes (Kepala Departemen Politik dan Sosial Center for Strategic and International Studies/CSIS), Dr. Hasrul Hanif, M.A. (Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM), Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., Ph.D. (Dosen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran), Armand Suparman (Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah/KPPOD), serta Elisa Sutanudjaja (Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies).
Dengan Academia Politica, generasi muda Indonesia dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya melek politik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan krisis iklim dengan solusi konkret dan kebijakan yang berkelanjutan. Diharapkan, kemampuan tersebut bisa dijadikan modal yang esensial untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan solusi inovatif akan tantangan krisis iklim.